BPH Migas Akui Masih Ada Kendala Izin BBM Satu Harga

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa. Medcom/Arif.

Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH) Migas mengungkapkan masih ada masalah perizinan untuk menerapkan program BBM Satu Harga.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa menyebutkan dari 40 titik penyalur yang akan dibangun sampai dengan akhir tahun nanti ada sekitar 26 daerah yang mengalami kendala perizinan.

“Dari 40 lembaga penyalur tersebut terdapat 26 titik yang terkendala perizinan,” kata Fanshurullah, kepada Medcom.id, Rabu, 17 Oktober 2018.

Meski demikian, ia optimistis 40 lembaga penyalur bisa terbangun hingga akhir tahun. Sementara itu, sampai saat ini BPH mencatat sudah terbangun 77 penyalur.

Di sisi lain mengenai volume penyaluran solar dan premium, Fanshurullah menuturkan, hingga September 2018 solar yang telah tersalurkan sebanyak 24.848 kiloliter (KL) dan volume premium sebanyak 44.324 KL.

Fanshurullah juga menuturkan dalam memperoleh investor untuk membangun lembaga penyalur di daerah terbilang tidak mudah. Investor sangat mempertimbangkan nilai investasi dan infrastruktur pendukung disana.

“Mencari investor di wilayah 3T tidak gampang karena kan mereka ukur investasi dan juga infrastrukturnya,” ungkap dia.

Oleh karena itu, ia menghimbau untuk menggandeng pemerintah daerah untuk membangun penyalur tersebut.

(SAW)

POKERCEBAN : Agen Judi POKER Online Indonesia Terbaik 2018 dan terpercaya yang menggunakan uang asli sebagai taruhan dalam permainan judi live poker online terbaru.