Hari Santri Nasional (HSN) Buat Permintaan Sarung Meningkat

Tegal: Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) menambah pendapatan produsen sarung. Sebab, banyak pemerintah daerah yang mewajibkan pegawainya mengenakan sarung dalam peringatan HSN yang jatuh pada Senin, 22 September 2018.

Peringatan HSN dilakukan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Saat apel pagi, ASN berjejer dan mengenakan sarung untuk memperingati HSN 2018.

PT Asaputex Jaya, salah satu produsen sarung ternama dari Tegal, Jawa Tengah menikmati berkah ini. Peringatan HSN menjadi momen peningkatan pembelian sarung. PT Asaputex Jaya mengaku penjualan meningkat saat Ramadan maupun Lebaran.

“Namun peningkatannya memang tidak se-signifikan saat Ramadan atau Lebaran,” kata Direktur PT Asaputex Jaya Jamaludin Ali Al Katiri di ruang kerjanya di Jalan Gajah Mada, Tegal, Senin, 22 Oktober 2018.

Di hari biasa, Asaputex hanya memproduksi 3.000 kodi sarung setiap bulan. Menjelang peringatan HSN 2018, penjualan meningkat kurang lebih 20 persen sejak awal September 2018. Tapi saat Ramadan hingga lebaran, penjualan meningkat sampai 100 persen. Dalam sebulan, Asaputex mampu memproduksi 10 ribu kodi sarung.

Sayangnya, kata Ali, harga bahan baku berupa benang pun naik hingga empat persen. Kenaikan harga bahan baku terjadi sejak Agustus 2018. Kenaikan harga bahan baku benang mencapai 20 persen dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. Kemudian, September naik Rp5.000 per kilogram. Jika dikalkulasikan, total kenaikan sudah mencapai 40 persen dari Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

“Harga bahan baku benang naik sampai 40 persen akibat nilai rupiah melemah terhadap dolar AS. Terpaksa kami menyesuaikan supaya produksi tidak turun dan pekerja kami tidak berhenti. Kami kan pabrik yang proses produksinya berjalan rutin,” ungkapnya.

Meningkatnya permintaan tidak hanya dari lokal atau dalam negeri. Namun juga dari luar negeri terutama Negara Timur Tengah, di antaranya Yaman, Yordania, Bahrain, Oman, Qatar, dan lainnya. Pada perkembangannya, Jamal saat ini tengah menggarap pasar baru di dua Negara di Benua Afrika, yakni Ethiopia dan Djibouti.
 
Sementara 60 persen produk sarung PT Asaputex Jaya terserap di tingkat lokal seperti Medan, Jakarta, Aceh, Lombok dan Banjarmasin. Puluhan toko di wilayah Tegal dan sekitarnya juga disuplai ragam motif sarung produknya.
 
“Tahun ini saya mengeluarkan 22 motif baru, semua desain asli dari para tim kreasi PT Asaputex Jaya, Yang paling banyak permintaan saat ini adalah motif item item,” kata Jamal.
 
Selain motif item, motif balian atau tegalan juga banyak diminati para pembeli. Ada beberapa corak motif balian itu, yakni balian Istambul, Toraja, atau Balian kairo. Coraknya perpaduan palekat, songket, dan kembang. Satu motif bisa lima item, itu bisa terserap semua.
(SAW)