Taiwan Gelar 10 Referendum, Termasuk Soal LGBT

Taiwan melegalkan pernikahan sesama jenis pada 2017. (Foto: AFP Photo/Daniel Shih)

Taipei: Warga di seantero Taiwan mengikuti sepuluh referendum, lima di antaranya adalah mengenai hak-hak gay termasuk pernikahan sesama jenis. Referendum ini digelar bersamaan dengan pemilihan umum lokal.

Presiden Tsai Ing-wen turun mengantre selama 30 menit untuk menggunakan hak suaranya di New Taipei, Sabtu 24 November 2018. “Menggunakan hak suara dalam referendum adalah cara untuk menunjukkan bahwa Taiwan adalah negara demokrasi,” ucap Presiden Tsai.

“Dalam masyarakat demokratik, publik memiliki hak untuk mengekspresikan opini mereka,” lanjut dia, seperti dilaporkan oleh kantor berita Central News Agency.

Cuaca cerah mendorong warga Taiwan untuk beramai-ramai menggunakan hak pilih. Antrean panjang terlihat di banyak tempat pemungutan suara.

Seorang pria bernama Han, warga New Taipei, mengatakan kepada media dpa bahwa dirinya mengantre selama satu jam untuk menggunakan hak suara dalam pemilu lokal dan referendum.

Sejumlah grup gay di Taiwan menginisiasi dua referendum: satu mengenai pernikahan sesama jenis dan satu lainnya soal pendidikan seks terkait lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) agar dimasukkan ke kurikulum nasional.

Sementara kubu konservatif menginisiasi tiga referendum yang intinya menentang isi dalam dua referendum pro-LGBT.

Terdapat pula satu referendum sensitif yang akan menentukan apakah negara pimpinan Presiden Tsai ini menggunakan nama “Taiwan” atau “China Taipei” saat mengikuti ajang internasional seperti Olimpiade atau Asian Games.

(WIL)